Langsung ke konten utama

Jakarta Layak Dapat Penghargaan STA 2021


Pengamat transportasi Darmaningtyas mengatakan, DKI Jakarta layak mendapatkan penghargaan Sustainable Transport Award (STA) 2021 karena perkembangan sektor transportasi yang cukup singnifikan dalam lima tahun terakhir.


“Saya kira secara objektif patut kita akui bahwa Kota Jakarta dalam lima tahun terakhir mengalami perbaikan yang signifikan untuk sektor transportasinya, yakni memiliki BRT (bus rapid transit), MRT (moda raya terpadu), dan LRT (light rail transit), serta layanan KRL (kereta rel listrik) Jabodetabek yang cukup nyaman, aman, selamat, terjangkau, dan tepat waktu,” ujar Darmaningtyas, Jakarta, Senin (2/11/2020).


Menurut Darmaningtyas, penghargaan di sektor transportasi merupakan penghargaan ketiga yang diraih oleh DKI Jakarta. Penghargaan pertama, pada 2006 diterima Gubernur Sutiyoso di Yogyakarta dari Panitia BAQ. Saat itu, Sutiyoso, mendapatkan penghargaaan karena berhasil membangun BRT tiga koridor (koridor 1, 2, dan 3, meski saat diberikan koridor 2 dan 3 sedang proses pembangunan). Penghargaan kedua, awal 2019 yang diterima di Washington DC dan ketiga sekarang ini.


“Penghargaan seperti ini biasanya merupakan hasil penilaian dari suatu tim atau organisasi yang mempunyai concern untuk peningkatan kualitas layanan transportasi di kota-kota besar. Mekanismenya biasanya membandingkan dengan kota-kota lain di dunia dalam kurun waktu tertentu secara diam-diam yang dilakukan oleh tim penilai,” terang dia.


Darmaningtyas mengakui, Pemprov DKI Jakarta di bawah kepemimpinan Anies Baswedan juga melakukan perbaikan fasilitas pejalan kaki dengan merobohkan sejumlah jembatan penyeberang orang (JPO) dan diganti dengan penyeberangan sebidang yang lebih manusiawi dan aksesibel bagi semua golongan. Perbaikan trotoar, kata dia, juga terus dilanjutkan dan jalur sepeda juga dibangun.


“Perbaikan integrasi antarmoda juga diwujudkan, seperti di Stasiun Tebet, Manggarai, Gondangdia, dan Tanah Abang. Ada juga layanan mikrotrans (angkot yang terintegrasi dengan manajemen PT Tranjakarta yang memberikan kepastian waktu, aman, selamat, dan gratis. Ini banyak digunakan oleh kaum ibu,” ungkap dia.


Lebih lanjut Darmaningtyas menuturkan, pekerjaan rumah (PR) terbesar Pemprov DKI sekarang adalah mewujudkan integrasi antarmoda. Integrasi dalam semua hal, seperti integrasi fisik, integrasi jadwal, dan integrasi pembayaran.


Dia mencontohkan integrasi antara KRL dengan Tranjakarta, atau integrasi antara MRT dan LRT dengan Transjakarta baik dengan bangunan prasarana yang terkoneksi (halte) maupun layanan kendaraannya.


“Selain itu, PR lain adalah menertibkan trotoar yang sudah bagus dan ada paving block-nya yang selama ini untuk parkir mobil, pangkalan ojol, maupun untuk PKL (pedagang kaki lima). Gunakan trotoar sesuai dengan fungsinya,” pungkas dia.



Sumber : BeritaSatu.com, 2 November 2020


https://www.beritasatu.com/bernadus-wijayaka/megapolitan/693695/jakarta-layak-dapat-penghargaan-sta-2021

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BIODATA DARMANINGTYAS

BIODATA DARMANINGTYAS, menggeluti pendidikan sejak mulai menjadi mahasiswa baru di UGM, Agustus 1982 dengan menjadi guru di SMP Binamuda dan SMA Muhammadiyah Panggang, Gunungkidul, DIY. Pendidikan formalnya cukup Sarjana Filsafat Universitas Gadjah Mada (UGM) dan selebihnya otodidak. Gelar “Profesor Doktor” diperoleh dari undangan, sertifikat, piagam, spanduk, dan sejenisnya; sebagai bentuk pengakuan nyata dari masyarakat.

MENYELAMATKAN ANGKUTAN UMUM KITA

Oleh : DARMANINGTYAS Media Maret 2017 muncul aksi demontrasi dari sopir angkot dan tasi legal di beberapa kota di Indonesia, seperti Medan, Tangerang, Bandung, Yogyakarta, dan Malang yang menolak kehadiran taxi illegal atau yang dikenal dengan sebutan taxi online maupun ojek online. Mereka beranggapan bahwa kedua jenis moda tersebut merupakan biang kerok sepinya penumpang. Setahun silam, muncul aksi besar yang dilakukan oleh awak taxi resmi di Jakarta juga menolak kehadiran taxi illegal karena dinilai telah menghancurkan bisnis taxi resmi. Penulis pakai istilah taxi resmi (legal) versus illegal karena itulah yang tepat. Taxi legal itu bergerak berdasarkan aturan-aturan yang amat ketat, sedangkan taxi illegal tanpa aturan sama sekali. Dikhotomi taxi online versus konvensional terasa kurang tepat mengingat yang disebut konvensional pun telah mempergunakan aplikasi teknologi, seperti yang terlihat di Taxi Expres dan Blue Bird. Hanya saja taxi legal ini tidak bisa pasang tarif renda...

PRIVATISASI PTN YANG MEMBATASI AKSES

Harian Kompas medio Januar-Maret 2024 banyak menurunkan liputan maupun opini terkait akses pendidikan tinggi (PT) yang masih menjadi problem hingga sekarang, sehingga angka partisipasi pendidikan tinggi kita masih di bawah 40%. Salah satu penyebab utamanya adalah biaya PT secara keseluruhan yang dinilai mahal, baik di perguruan tinggi negeri (PTN), Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH), maupun perguruan tinggi swasta (PTS). Adanya kendala biaya tersebut memunculkan wacana pemberian pinjaman pendidikan bagi mahasiswa (Kompas, 30/3. hal.10). Biaya kuliah itu terbagi dua, yaitu biaya yang dibayarkan ke PT, baik biaya investasi maupun operasional atau dikenal dengan uang kuliah; serta biaya personal, yaitu biaya yang dikeluarkan oleh mahasiswa sehari-hari, seperti makan, bayar kos, transportasi, pembelian laptop, paket internet, buku, dll.. Besaran uang kuliah di PTN/PTS reguler sebetulnya masih terjangkau karena per semesternya jauh dibawah uang sekolah di SMA/MA/SMK swasta. Namun y...