Rabu, 21 Desember 2016

MORATORIUM UJIAN NASIONAL

Oleh : DARMANINGTYAS


Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengusulkan perlunya moratorium ujian nasional (UN) dengan alasan: Pertama, mutu pendidikan yang belum merata, baru 30% sekolah yang sudah mencapai standar nasional pendidikan (SNP), sedangkan yang 70% belum belum memenuhi SNP sehingga lebih baik meningkatkan kualitas mereka. Kedua, terkait dengan pelimpahan kewenangan pengelolaan pendidikan dasar di Kabupaten/Kota, serta SMA/SMK ke Pemerintah Provinsi.  Alasan ketiga adalah besarnya dana yang diperlukan untuk penyelenggaraan UN yang setiap tahun mencapai Rp. 500,-. 

CATATAN TRANSPORTASI 2016

Oleh : DARMANINGTYAS

Indonesia dikenal sebagai Negara kepulauan. Diperkirakan ada sekitar 17.000 pulau besar dan kecil (ada juga yang menyebutkan 13.000-an) pulau. Sebagai Negara kepulauan, logikanya, transportasi laut memegang peran penting karena konekvitas antar pulau, terutama antar pulau kecil, hanya mungkin dapat dijangkau dengan menggunakan angkutan laut. Pesawat terbang hanya menjangkau pullau-pulau besar yang tersedia infrastruktur bandara. Tapi angkutan laut selalu memiliki kemampuan untuk menembus daerah-daerah terisolir, karena sifat angkutan laut amat fleksibel, dari hanya berupa perahu kayu yang muat dibawah sepuluh orang saja, sampai kapal besar seperti Kapal Tidar dan Kelud yang dioperasikan oleh PT Pelni yang hanya dapat sandar di beberapa pelabuhan tertentu saja saking besarnya kapal. Namun ironisnya, justru selama berpuluh tahun angkutan laut kita kurang mendapatkan perhatian karena focus perhatian kita pada angkutan darat dan udara. Angkutan darat sendiri yang lebih mendapatkan perhatian ekstra adalah kendaraan pribadi. Angkutan umum hamper semua wilayah di Indonesia yang pernah penulis kunjungi mengalami hal yang sama, yaitu angkutan umumnya mati suri: hidup enggan, mati pun tidak mau.

Jumat, 18 November 2016

PEDOMAN PENGEMBANGAN RUTE AMAN DAN SELAMAT KE/DARI SEKOLAH - BAB VI

BAB VI

PEMANTAUAN DAN EVALUASI


6.1 Pemantauan

Tim Pengembangan Rute Aman dan Selamat ke/dari sekolah melakukan pemantauan atas pelaksanaan  Rute Aman dan Selamat ke/dari sekolah setiap bulan sekali. Laporan pemantauan digunakan sebagai bahan evaluasi bagi kegiatan Rute Aman dan Selamat ke/dari sekolah.

PEDOMAN PENGEMBANGAN RUTE AMAN DAN SELAMAT KE/DARI SEKOLAH - BAB V

STANDAR PRASARANA, SARANA, DAN PEMBIAYAAN[1]


5.2 Regulasi yang Mendukung RASSUndang-undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) mengamanatkan setidaknya ada lima Pembina LLAJ, yaitu Kementrian Pekerjaan Umum untuk prarasana jalan, Kementrian Perhubungan untuk sarana jalan, Kementrian Perindustrian untuk Kendaraan, BPPT untuk teknologi, serta Polri untuk penegakan hukum. Sesuai dengan semangat UU LLAJ tersebut, penentuan standar teknis prasarana jalan menjadi domain Kementrian Pekerjaan Umum, sedangkan penentuan standar teknis sarana menjadi domain Kementrian Perhubungan. Dengan demikian, penjelasan mengenai standar prasarana dan sarana di bawah ini mengacu pada pedoman yang telah dibuat oleh dua kementrian tersebut, baik dalam bentuk UU (UU LLAJ), Permen, peraturan Dirjen Perhubungan Darat, maupun Pedoman Teknis yang dibuat oleh Direktorat Keselamatan Transportasi Darat, Direktorat Jendral Perhubungan Darat Kementrian Perhubungan.

PEDOMAN PENGEMBANGAN RUTE AMAN DAN SELAMAT KE/DARI SEKOLAH - BAB IV

BAB IV

LANGKAH-LANGKAH MEWUJUDKAN RASS

 

4.1 Pengenal Program RASS

Program Rute Aman dan Selamat ke/dari Sekolah (RASS) merupakan program baru, yang secara konseptual belum banyak dikenal oleh masyarakat. Bahkan aparatur Negara pun banyak yang belum pernah mendengar istilah tersebut.Oleh karena itu, kesuksesan Program RASS amat tergantung pada keberhasilan promosinya.Program ini perlu dipromosikan kepada individu, masyarakat, sekolah, Pemerintah, Pemerintah Kota/Daerah, dan K/L (Kementrian/Lembaga) yang terkait dengan tumbuh kembang dan perlindungan anak. Promosi program ini sebaiknya mencakup beberapa tingkatan:

PEDOMAN PENGEMBANGAN RUTE AMAN DAN SELAMAT KE/DARI SEKOLAH - BAB II

BAB II

KRITERIA RASS


Rute Aman dan Selamat ke/dari Sekolah (RASS) merupakan konsep baru dalam sistem transportasi nasional, bahkan banyak regulator belum mengenal konsep tersebut.Di negara-negara maju, konsep tersebut sudah lama dijalankan.Populasi anak sekolah di Indonesia yang rata-rata setiap tahun mencapai lebih dari 25 juta jiwa–setara dengan penduduk Malaysia—memerlukan fasilitas RASS untuk menjamin rasa aman dan selamat anak-anak pada saat menuju/pulang sekolah.

PEDOMAN PENGEMBANGAN RUTE AMAN DAN SELAMAT KE/DARI SEKOLAH - BAB III

BAB III

MEMBANGUN KEMITRAAN UNTUK MEWUJUDKAN RASS


Rute Aman Selamat ke/dari Sekolah (RASS) merupakan suatu program yang mendorong penciptaan rasa aman dan selamat bagi anak-anak untuk ke/dari sekolah, sehingga mendorong terjadinya peningkatan akses pendidikan dari tingkat dasar hingga menengah.