Kamis, 08 September 2016

MENYELAMATKAN KERETA API INDONESIA

Oleh : DARMANINGTYAS

Kereta Api Indonesia (KAI) sejak kepemimpinan oleh Ignatius Jonan berkembang pesat dan berhasil melakukan transformasi kelembagaan menjadi profesional, transparan, kredibel, dan mampu menciptakan layanan yang manusiawi dan beradab, sehingga tantangan PT KAI di bawah kepemimpinan Edi Sukmoro adalah mempertahankan kualitas layanan KA yang sudah bagus, agar tetap profesional, transparan, kredibel, dan mampu memberikan layanan yang manusiawi dan beradab.

Rabu, 07 September 2016

MEMBENAHI MANAJEMEN TRANSJAKARTA BUSWAY

Oleh : DARMANINGTYAS, Ketua INSTRAN (LSM Transportasi) dan Kabid Bidang Advokasi MTI

Transjakarta Busway (TJ) merupakan satu-satunya moda transportasi umum massal yang dimiliki oleh Pemrov DKI Jakarta,dibangun dan dioperasikan dengan menggunakan dana APBD. Di Jakarta memang ada KRL Jabodetabek yang mampu mengangkut penumpang 800.000 per hari, tapi ini di bawah BUMN (Pemerintah Pusat), bukan milik Pemprov DKI Jakarta. Karena TJ itu milik Pemprov DKI Jakarta, maka Pemprov DKI Jakarta perlu melakukan kontrol agar layanan TJ makin baik serta manajemennya profesional dan transparan sehingga dapat menjadi referensi daerah lain untuk mengembangkan sistem transportasi massal yang berbasis bus.

Minggu, 04 September 2016

KEBIJAKAN PENDIDIKAN YANG MENYESATKAN

Oleh : DARMANINGTYAS
PENULIS BUKU PENDIDIKAN YANG MEMISKINKAN

Gagasan sekolah sehari penuh (full day school/FDS) yang dilotarkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhajir Effendy pada saat awal kepemimpiannya lalu ternyata bukan sekadar wacana. Dalam banyak kesempatan di forum-forum resmi, seperti dalam orasinya di depan Federasi Guru Independen Indonesia (FGII) 27/8 lalu, Mendikbud Muhajir menjelaskan mengenai konsep FDS tersebut, bahwa pelaksanaan FDS akan dimulai dengan piloting system. Implementasi detailnya masih dikaji. Melalui running text di stasiun televisi nasional (awal September) kita juga membaca: “Mendikbud Muhajir Efendi: full day school meningkatkan SDM”.  Itu menunjukkan bahwa gagasan tersebut akan direalisasikan menjadi kebijakan resmi, meskipun secara wacana tidak ramai lagi dibicarakan oleh masyarakat.

Senin, 01 Agustus 2016

BONGKAR PASANG MALIOBORO

Oleh : DARMANINGTYAS

Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY, saya lebih suka memakai hurup “Y” karena ada filosofinya, bukan hurup “J” yang sekadar pragmatism pengucapan) merupakan daerah tujuan wisata kedua setelah Bali. Tapi semua tau bahwa di DIY maupun Kota Yogyakarta memiliki layanan transportasi yang buruk dan tidak menunjang industri pariwisata. Pilihan angkutan umum massal hanya TransJogja, tapi jalurnya mbulet, terbatas, dan jalannya pun pelan karena tidak dedicated lane (tidak memiliki jalur khusus seperti Transjakarta Busway). Bus reguler kalau sudah di atas jam 15.00 sudah susah ditemukan.

Selasa, 19 Juli 2016

MIMPI MUDIK LANCAR DAN SELAMAT

Oleh : DARMANINGTYAS

Perjalanan mudik Lebaran 2016 ini ditandai dengan tragedi kematian 12 orang yang terjadi di Tol Brebes Timur atau yang popular disebut Brexit pada arus lalu lintas macet selama berjam-jam pada tanggal 3-5 Juli 2016. Apapun alasannya, fakta yang tidak dapat dibantah adalah ada sedikitnya 12 orang meninggal dunia di jalur Brexit pada saat mereka akan mudik Lebaran. Peristiwa tersebut menodai penyelenggaraan mudik Lebaran 2016 ini.

Senin, 18 Juli 2016

MURID MEMENJARAKAN GURU

Oleh : DARMANINGTYAS
Penulis Buku Pendidikan yang Memiskinkan
Dimuat di Koran Tempo Selasa,19 Juli 2016

Sejumlah guru dengan mengenakan seragam organisasi guru (PGRI) membentangkan spanduk yang bertuliskan: “Orang tua yang anaknya tidak mau ditegur guru di sekolah silahkan didik sendiri, bikin kelas sendiri, buat rapor dan ijazah sendiri”. Spanduk itu sebagai bentuk solidaritas terhadap para guru yang masuk harus bui karena diadukaan oleh murid/orang tua murid dengan tuduhan menganiaya; seperti yang dialami oleh Nurmayani, guru bidang studi Biologi SMPN 1 Bantaen dan Muhammad Arsal, guru Pendidikan Agama Islam di SMP Negeri 3 Bantaeng, Sulawesi Selatan. Nurmayani masuk penjara lantaran memberikan hukuman kepada muridnya dengan cara mencubit, sedangkan Muhammad Arsal memberikan hukuman dengan cara memukul. Karena kedua orang tua murid tidak terima anaknya mendapatkan hukum fisik, mereka lalu mengadukannya ke polisi.

Selasa, 12 Juli 2016

KURIKULUM YANG MENG-INDONESIA

Oleh : DARMANINGTYAS

Izinkan penulis  memulai tulisan ini dengan mengutip suatu dialog satire antara guru dengan murid yang beredar di WhatsApp Group (WAG) yang diberi judul “Ngajar di Papua”.  Ceritanya, seorang guru transmigran dari Jawa yang mengajar di Papua bertanya kepada muridnya: