Senin, 08 Desember 2014

KURIKULUM 2013 DAN KEBIMBANGAN MENDIKBUD

OLEH:  DARMANINGTYAS
KETUA DEPARTEMEN PENDIDIKAN DAN PEMBUDAYAAN
NILAI-NILAI KEJUANGAN 1945 
DEWAN HARIAN NASIONAL 45 (DHN 45) JAKARTA
Dimuat di Harian Sore Suara Pembaruan
Senin, 8 Desember 2014


Keberadaan Kurikulum 2013 telah mengundang polemik sejak dilahirkan, hingga sekarang. Polemik mencuat kembali setelah terjadi pergantian Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) dari Mohammad Nuh ke Anies Baswedan (AB). Masyarakat, utamanya kalangan pendidikan berharap sekali Menteri AB dapat meninjau kembali keberadaan Kurikulum 2013 ini. Dan setelah melakukan pertemuan dengan sejumlah mantan pejabat, pejabat aktif, mantan Ketua Tim Penyusun Kurikulum 2013, serta sejumlah pengamat pendidikan dan guru (17/11), Menteri AB pun menyatakan bahwa Kurikulum 2013 itu setengah matang yang dipaksakan, sehingga perlu dievaluasi. Menurut pemberitaan media pada saat itu, Menteri AB menyatakan bahwa evaluasi tidak melibatkan pembuatnya, sebaliknya melibatkan para guru yang lebih mengetahui problem di lapangan. Logika Menteri AB ini betul, karena kalau evaluasi itu melibatkan pembuatnya, bagaimana mungkin evaluasi bisa berjalan efektif? Kurikulum itu sering diibaratkan kendaraan, sedangkan guru itu montirnya. Bagaimana mungkin kendaraan itu bisa diperbaiki kalau berjalan terus?

Senin, 01 Desember 2014

TINJAUAN KRITIS TERHADAP KURIKULUM 2013

(Mimpi Melahirkan Generasi Emas)[1]
DARMANINGTYAS[2]

Panitia menyodorkan materi kepada saya mengenai KURIKULUM DAN KEMAJUAN BANGSA MENUJU GENERASI EMAS (Tinjauan Kritis atas Kurikulum 2013), tapi izinkan saya mengubahkan seperti judul di atas dengan pertimbangan, tekanan justru pada tinjauan kritis terhadap Kurikulum 2013, bukan melahirkan generasi emas itu sendiri. Hal itu mengingat tinjauang kritis terhadap Kurikulum 2013 itu amat mendesak, sebelum diimplementasikan secara sempurna. Judul yang penulis sodorkan di atas justru  untuk menjawab tujuan kedua, yaitu  memberikan pemahaman mengenai implikasi pelaksanaan Kurikulum 2013 terutama kepada para guru, murid, dan orang tua murid; serta memberikan pandangan kepada pengambil kebijakan untuk menentukan sikap terhadap Kurikulum 2013.

Kamis, 20 November 2014

MEMBATASI GERAK RODA DUA

OLEH: DARMANINGTYAS, KETUA BIDANG ADVOKASI MTI (MASYARAKAT TRANSPORTASI INDONESIA)
Dimuat di Harian Sore Suara Pembaruan, Tanggal 20 November 2014

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana melarang operasional kendaraan roda dua bermotor atau motor di kawasan MH. Thamrin, dari HI – depan Istana Merdeka mulai 1 Desember 2014 nanti. Sudah tentu rencana ini mengundang pro dan kontra, antara yang setuju dan menolak. Bagi pengguna mobil pribadi dan pejalan kaki, mereka menyambut gembira rencana tersebut karena selama ini motor dirasakan amat mengganggu perjalanan mereka. Perlikaku pengendara motor yang zigzag menyulitkan para pengendara mobil, mereka selalu was-was menabrak motor dan kemudian dipersalahkan sendiri. Demikian pula para pejalan kaki, yang selama ini mereka merasa hak trotoarnya sering diambil oleh motor untuk lewat maupun parkir, merasa gembira dengan pelarangan ini.

MEMBERESI TRANSPORTASI NASIONAL

OLEH: DARMANINGTYAS, KETUA BIDANG ADVOKASI MTI (MASYARAKAT TRANSPORTASI INDONESIA)
Dimuat di Harian Sore Suara Pembaruan, Tanggal 3 November 2014

Kita sambut gembira atas pengumuman susunan kabinet Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla (JK) yang diberi nama Kabinet Kerja. Selamat pula kepada Dirut PT KAI Ignatius Jonan yang diangkat menjadi Menteri Perhubungan. Tulisan ini ingin memberikan masukan mengenai isu-isu pembangunan transportasi yang perlu mendapatkan perhatian serius dalam lima tahun ke depan dan terselesaikan secara baik.

Minggu, 16 November 2014

PEMERATAAN DAN KEADILAN PENDIDIKAN

DARMANINGTYAS, AKTIVIS PENDIDIKAN DI TAMANSISWA
Dimuat di Koran Tempo, Tanggal 12 November 2014

Salah satu persoalan besar dalam pendidikan nasional adalah pemerataan dan keadilan akses maupun kualitas pendidikan, antara Jawa-Bali dan luar Jawa-Bali,terutama Indonesia bagian timur. Jawa-Bali dengan segala fasilitas pendukungnya relatif tidak mengalami masalah akses pendidikan dasar. Jika ada daerah yang masih mengalami masalah akses, itu saking kebangetan pemimpin daerahnya. Demikian pula soal  kualitas pendidikan, hampir semua sekolah dan kampus terbaik menumpuk di Jawa. Tapi di Indonesia bagian timur, persoalan akses pun masih bermasalah. Geografi tempat tinggal mereka yang terdiri dari pulau-pulau kecil dan tidak ditopang dengan infrastruktur transportasi yang memadai, menjadi salah satu hambatan utamanya, terutama untuk tingkat SMP sampai pendidikan tinggi (PT). Untuk tingkat SD tidak menjadi masalah karena setiap pulau ada SD. Apalagi soal kualitas pendidikan, sampai hari ini masih banyak satu SD diajar oleh 2-3 guru saja. Ini harus terselesaikan selama lima tahun mendatang.

Rabu, 29 Oktober 2014

Minggu, 26 Oktober 2014

MENGOMENTARI KABINET BARU JOKOWI

DARMANINGTYAS
AKTIVIS PENDIDIKAN DARI TAMANSISWA
26 Oktober 2014

Sesungguhnya saya tidak gembira dengan pengumuman kabinet baru untuk bidang pendidikan dan kebudayaan, baik menyangkut masalah kelembagaannya maupun orang yang menduduki posisi tersebut.