Selasa, 19 Mei 2015

MEWUJUDKAN INTEGRITAS MELALUI PENDIDIKAN

OLEH: DARMANINGTYAS
Dimuat di Koran Tempo Hari Selasa, Tanggal 19 Mei 2015

Hasil Ujian Nasional (UN) 2015 tingkat SMTA (SMA/SMK/MA) telah diumumkan (15 Mei lalu). Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, yang selalu ada pengumuman daerah peraih nilai UN tertinggi dan terendah, pengumuman yang dilakukan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tahun ini hanya sebatas hasil UN saja dan indeks integritas kejujuran daerah dalam UN.

Minggu, 17 Mei 2015

KESENJANGAN MUTU PTN/PTS DI JAWA DAN LUAR JAWA

OLEH: DARMANINGTYAS
PENASEHAT ASOSIASI BADAN PENYELENGGARA PERGURUAN TINGGI SWASTA INDONESIA (ABP-PTSI) 
Dimuat di Harian Sore Suara Pembaruan, Hari Senin 11 Mei 2015

Kesenjangan mutu pendidikan tinggi negeri (PTN) maupun swasta (PTS) antara Jawa dan Luar Jawa memang bukan sekadar persepsi tapi empiris, dapat dibuktikan di lapangan. Penulis beruntung karena mempunyai kesempatan menjadi narasumber dalam acara-acara diskusi di kampus-kampus, baik di PTN maupun PTS, baik di Jawa maupun luar Jawa, sehingga dapat mengetahui kondisi PT maupun mahasiswa dari dekat, bukan dari laporan para rektor yang tentu akan bicara hal-hal yang baik saja.

Senin, 11 Mei 2015

KASTANISASI CALON MAHASISWA PTN

OLEH : DARMANINGTYAS
Dimuat di Harian Sore Suara Pembaruan, Tanggal 11 Mei 2015


Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2015 telah diumumkan (10 Mei 2015). Terdapat 137.005 siswa diterima di 62 PTN melalui jalur undangan tersebut, atau hanya 16,08% dari 852.093 siswa yang mendaftar. Menurut Ketua Panitia SNMPTN 2015 Rochmat Wahab, target penerimaan melalui jalur undangan tahun ini sebesar 152.000 kursi, tapi karena banyak pendaftar yang tidak memenuhi passing grade, maka lebih baik tidak terpenuhi daripada diterima tapi dikhawatirkan tidak mampu menyelesaikan kuliah di PTN. 

Kamis, 16 April 2015

MEWUJUDKAN TOL LAUT

OLEH: DARMANINGTYAS, KETUA BIDANG ADVOKASI MTI 
(MASYARAKAT TRANSPORTASI INDONESIA)
Dimuat di Harian Sore Suara Pembaruan, Tanggal 16 April 2015

Konsep tol laut atau jaringan angkutan laut yang cepat sempat popular pada saat masa kampanye presiden 2014 lantaran calon Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan calon Wakil Presiden Jusuf Kalla mengangkat isu tol laut sebagai salah satu materi kampanyenya. Dasar pemunculan konsep tol laut itu adalah untuk mengurangi kesenjangan dalam menikmati hasil-hasil pembangunan antara Jawa dan luar Jawa, utamanya Indonesia bagian timur, khususnya Maluku, Maluku Utara, NTT, dan Papua. Selisih harga barang-barang yang terlalu jauh antara Jawa dan luar Jawa, terutama Indonesia bagian timur, telah menyebabkan masyarakat di Indonesia bagian timur tidak bisa menikmati hasil-hasil pembangunan secara nyaman. Sebagai contoh, harga semen antara Jawa dengan Papua bisa mencapai sepuluh kali lipat. Tentu ini kurang baik dilihat dari aspek keadilan sosial.

PENTING, ANGKUTAN UNTUK PELAJAR

OLEH: DARMANINGTYAS
Pengembang Route Aman Sekolah


Problem pendidikan ternyata bukan hanya masalah pencapaian angka partisipasi maupun kualitas yang tinggi, tapi juga akses transportasi bagi anak-anak menuju ke/pulang dari sekolah. Problem angkutan bagi pelajar itu berbebeda antara di kota dan di desa/daerah. Di perkotaan, khususnya kota besar seperti Jakarta, pelajar miskin selalu kesulitan mendapatkan angkutan umum yang mau mengangkut mereka karena tariff untuk pelajar hanya 50% dari tariff umum. Sedangkan bagi pelajar di daerah, kesulitan itu disebabkan oleh keterbatasan infrastruktur dan sarana transportasi. Keterbatasan tersebut terutama amat dirasakan oleh anak-anak yang tinggal di daerah perairan maupun kepulauan dan Pemerintah maupun Pemda tidak hadir di sana, sehingga masyarakat harus menyelesaikan angkutannya sendiri.

Selasa, 07 April 2015

HEBOH BUKU PELAJARAN AGAMA ISLAM

OLEH: DARMANINGTYAS
ANGGOTA TIM PENYUSUN KURIKULUM 2013
Dimuat di Harian Sore Suara Pembaruan

Rame-rame mengenai buku Pelajaran Agama Islam untuk murid SMA Kelas XI (Kelas II SMA) yang memuat ajaran Muhammad Ibn Abdul-Wahhab yang dikenal dengan paham Wahhabi, semakin memperkuat keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan menghentikan sementara implementasi Kurikulum 2013 guna dievaluasi dan direvisi. Beruntung Kurikulum 2013 itu dihentikan, sehingga penggunaan buku-buku pelajaran yang menyesatkan tidak meluas. Jika tidak dihentikan sementara, maka buku pelajaran Agama Islam untuk murid SMA Kelas XI itu sudah dipergunakan oleh semua murid Kelas II SMA, sehingga sulit terkendali. Tapi dengan Kurikulum 2013 hanya dipergunakan oleh 6.247 sekolah dari tingkat SD-SMTA (SMA/MA/SMK), maka penyebaran buku pelajaran tersebut masih terbatas, sehingga mudah kendalinya. Orang yang semula menyalahkan Menteri Anies Baswedan yang menyetop implementasi Kurikulum 2013 pun, dapat berbalik memuji keputusannya.

Minggu, 22 Maret 2015

MENAKAR KEHADIRAN NEGARA DALAM PENDIDIKAN ISLAM

OLEH: DARMANINGTYAS

Membaca dua dua yang berjudul Mutiara Terpendam, Profil Para Penerima Beasiswa Pendidikan Islam dan Mendidik Tanpa Pamrih, Kisah Para Pejuang Pendidikan Islam  yang diterbitkan oleh Direktorat Jendral Pendidikan Islam Kementrian Agama RI, kita dapat menangkap adanya satu spirit yang sama, yaitu keinginan untuk melakukan perubahan melalui pendidikan, baik itu pada generasi tua untuk melaksanakan pendidikan bagi yang muda, maupun bagi yang muda untuk memperoleh akses pendidikan.