Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2018

Gubernur Anies Dan Becak Jakarta

Oleh: Darmaningtyas  Izinkanlah saya menuliskan masalah becak dari perspektif transportasi, bukan dari dimensi politis, terkait pernyataan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang ingin mengizinkan becak beroperasi kembali di Jakarta. Pernyataan ini penting agar bahasan mengenai gagasan mengembalikan becak di Jakarta betul-betul dari perspektif transportasi, tidak politis.

SEPADA MOTOR DAN KERUWETAN TRANSPORTASI JAKARTA

Oleh : DARMANINGTYAS Mahkamah Agung (MA) telah mengeluarkan Putusan No. 57 P/HUM/2017  yang membatalkan Pasal 3 Peraturan Gubernur (Pergub) Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 195 Tahun 2014 tentang Pembatasan Lalu Lintas Sepeda Motor juncto Pasal 3 ayat (1) dan ayat (2) Peraturan Gubernur Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 141 Tahun 2015 tentang Pembatasan Lalu Lintas Sepeda Motor. Putusan ini telah menimbulkan kehebohan pada dunia transportasi di Jakarta, karena selama tiga tahun lebih masa pelarangan sepeda motor melintas di Jl. MH Thamrin - Medan Merdeka Barat (MMB) tidak ada masalah, tiba-tiba larangan itu dibatalkan oleh MA. Padahal, Putusan MA itu sifatnya final dan mengikat sehingga mau tidak mau harus dijalankan oleh Pemprov DKI Jakarta. Di sisi lain, sepeda motor selalu menimbulkan keruwetan tersendiri dalam system transportasi di perkotaan.

BENCANA TOL TRANSJAWA

Oleh : DARMANINGTYAS Presiden Joko Widodo (Jokowi) merupakan salah satu Presiden RI yang paling sering meresmikan jalan tol. Paling tidak, selama tahun 2017 ini saja ada 11 ruas tol yang diresmikan poleh Presiden Jokowi dengan total panjangnya mencapai 225,15 km; delapan ruas tol baru ada di Jawa, sedangkan tiga ruas tol baru ada di Sumatra. Delapan ruas tol baru di Jawa atau yang lebih tepat disebut Tol Transjawa yang diresmikan oleh Presiden Jokowi selama 2017 ini antara lain: tol akses ke Tanjung Priok sepanjang 11,4  km, Tol Bangil – Rembang (Pasuruan) sepanjang 8 km, Tol Gempol – Bangil (6,8 km), Tol Kertosono – Mojokerto (40,5 km),  Tol Bawen – Salatiga (17,6 km) Tol Soreang – Pasirkoja (Soroja) di Kabupaten Bandung sepanjang 10,55 km, Tol Bekasi – Kampung Melayu (Tol Becakayu) sepanjang 21,04 km, dan Tol Surabaya – Mojokerto (Sumo) sepanjang 36,27 km.