Langsung ke konten utama

Postingan

MENJADIKAN METROMINI LEBIH MANUSIAWI

DARMANINGTYAS Dimuat Koran SUARA PEMBARUAN, SENEN, 29 JULI 2013 Peristiwa Metromini T47  jurusan Senen – Pondok Kopi yang menabrak tiga siswi SMP Al Washliyah 1 dan satu diantaranya (Bennity Rivilini Mapata (12) meninggal dunia (24/7) merupakan bukti kongkrit kebobrokan angkutan umum di DKI Jakarta, yang ternyata dijalankan oleh orang-orang dengan tanpa kompetensi apa pun. Terungkap bahwa pengemudi Metromini, Wabdi Sihombing (22) telah tiga tahun menjadi pengemudi Metromini tapi tidak memiliki SIM.  Metromini T47 itu sesungguhnya izin trayeknya adalah Metromini T50  dengan nomor polisi B 7660 AS jurusan Kampung Melayu - Klender. Pada saat menabrak, Metromini masuk ke jalur Transjakarta.

MENDESAIN PELATIHAN GURU

DARMANINGTYAS, PERGURUAN TAMANSISWA JAKARTA Dimuat di Koran Tempo, 26 Juli 2013 Implementasi terbatas Kurikulum 2013 ternyata menimbulkan masalah. Berdasarkan keluhan yang disampaikan melalui media massa maupun media social, salah satu kendalanya selain soal buku yang terlambat, juga pelatihan gurunya lemah. Seorang guru menulis di twitter -nya, dia merasa para pelatih –berasal dari Dinas Pendidikan dan LPMP (Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan)—kurang menguasai materi sehingga para guru menjadi bingung. Guru tersebut akhirnya sampai pada kesimpulan: “kalau suruh memilih antara meningkatkan kualitas guru dengan mengganti kurikulum, saya milih meningkatkan kualitas guru”.

MEMBANGUN INFRASTRUKTUR TRANSPORT, MEMBANGUN PERADABAN BANGSA[1]

Pengantar: Tulisan di bawah ini lebih merupakan pengantar kepada siapa saja untuk merangsang kepada siapa saja agar mulai memperbincangkan persoalan pembangunan infrastruktur transportasi di negeri ini secara lebih serius agar proses pembangunan infrastruktur transportasi nasional tidak menjerumuskan bangsa ini ke dalam jurang kesengsaraan, lantaran salah asumsi, strategi, dan implementasinya. Sebaliknya kita justru mendorong agar pembangunan infrastruktur transportasi tersebut dapat menumbuhkan dan mengembangkan peradaban bangsa.

Pengalaman dari Lapangan: Implementasi Kurikulum 2013

Selamat jumpa Pak, semoga kabar baik dan sehat. Sekolah kami termasuk implementasi kurikulum 2013, para guru sudah ikut pelatihan dan kepala sekolah juga. Tapi saya sendiri tidak ikut karena dalam proses perpindahan dari Tebing ke Pematangsiantar. Maka saya harus belajar sendiri dengan bertanya kepada teman yang ikut pelatihan.

REFLEKSI DARI PELATIHAN GURU SASARAN DI LAMPUNG

Berikut saya sampaikan refleksi saya tatkala mendapat tugas untuk membuka dan kasih pengarahan pada pelatihan guru sasaran di Lampung tanggal 9 Juli lalu. Semoga refleksi in dapat menjadi bahaperbaikan proses pelatihan guru yang akan dating sehingga menjadi lebih baik.

NAPAK TILAS SEJARAH PERGURUAN TAMANSISWA, DARMANINGTYAS, TAMANSISWA JAKARTA

“Tiap-tiaprumahjadiperguruan! Tiap-tiap orang jadipengajar DenganatautanpaOrdonansi! (Ki HadjarDewantara, 1935) Tanggal 3 Juli sesungguhnya merupakan tanggal bersejarah bagi pendidikan bangsa Indonesia, karena pada 3 Juli 1922 itulah Dr. Suwardi Suryaningrat yang kemudian lebih dikenal dengan sebutan Ki Hadjar Dewantara (KHD) mendirikan perguruan Taman siswa, suatu badan perjuangan pendidikan dan kebudayaan.  Dikatakan bersejarah karena sebelum berdirinya Perguruan Tamansiswa, pendidikan itu bersifat elitis. Untuk dapat bersekolah paling tidak harus lahan seorang jaksa atau anak yang di didik secara Barat. Atau mampu membayar sepuluh gulden (rupiah) per bulan untuk tiap anak. Di mana-mana subur perusahaan sekolah swasta dari kaum guru yang telah pension karena dapat memungut biaya tinggi buat pengajaran perseorangan (privat).

Maju Mundur Implementasi Kurikulum 2013

Oleh: Darmaningtyas , AKTIVIS PENDIDIKAN TAMANSISWA, JAKARTA Pemerintah, dalam hal ini Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), terkesan maju mundur dalam mengimplementasikan Kurikulum 2013. Sampai awal 2013, mereka masih penuh optimis bahwa kurikulum baru akan diimplementasikan di 30 persen dari seluruh jenjang pendidikan dasar dan 100 persen kelas X SMA?SMK. namun kemudian, setelah muncul kasus keterlambatan UN (Ujian Nasional) tingkat SMTA di 11 provinsi, target diturunkan menjadi 10 persen saja. Dan sekarang, atas persetujuan Wakil Presiden Republik Indonesia Boediono, target diturunkannya lagi hanya pada 6.410 sekolah.