Langsung ke konten utama

Postingan

MENIADAKAN ANGKUTAN MUDIK LEBARAN 2020

KI DARMANINGTYAS Perayaan Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1441 H memang baru akan terjadi tanggal 24-25 Mei 2020. Namun masalah penyelenggaraan angkutan  mudik Lebaran sudah harus diputuskan sekarang karena ini terkait dengan penyiapan armada dan infrastruktur yang harus tersedia agar mudik Lebaran dapat berlangsung secara selamat dan aman. Secara resmi, sampai sekarang belum ada keputusan dari Presiden, apakah pada perayaan Idul Fitri 1441 H nanti boleh mudik atau tidak. Keputusan Presiden tersebut mendesak ditunggu oleh para operator angkutan umum agar mereka dapat ambil ancang-ancang sejak sekarang. Kalau memang tidak boleh, mereka tidak perlu siap-siap dari sekarang. Yang repot adalah kalau sekarang diputuskan boleh mudik, tapi nanti pas hari H kondisinya lebih buruk, tiba-tiba dibatalin, maka seluruh investasi mereka hilang secara sia-sia.

Demam Kereta Cepat

Ki Darmaningtyas Ketua Institut Studi Transportasi Jakarta Sejumlah kota besar di Indonesia sekarang sedang demam kereta cepat. Mereka ingin membangun kereta ringan (LRT) atau moda raya terpadu (MRT), seperti di Palembang dan Jakarta, tapi kurang mempertimbangkan daya dukung fiskal mereka.

MENJAMIN KESELAMATAN ANGKUTAN UMUM

KI DARMANINGTYAS Menutup perjalanan  tahun 2019 ini dunia transportasi darat darnai dengan sejumlah kecelakaan lalu lintas yang membawa korban meninggal, khususnya yang melibatkan angkutan umum (bus). Korban terbanyak menimpa pada penumpang Bus Sri Wijaya rute Bengkulu – Palembang yang masuk jurang di Kawasan Liku Lematang, Pagaralam, Sumatra Selatan pada Selasa (24/12 2019). Kecelakaan terjadi pada malam hari. Pemberitaan media ada yang menuliskan 23.15, tapi ada yang menuliskan pukul 00.30 WIB saat bus melaju dari Bengkulu ke arah Palembang. Penyebab kecelakaan masih dalam penyelidikan polisi.

HORE…MENDIKBUD NADIEM MAKARIM MENGHAPUS UJIAN NASIONAL (UN)

Bagi saya sebagai orang yang sejak awal menolak pemberlakuan Ujian Nasional (UN), kebijakan Mendikbud Nadiem Makarim menghapus UN bukan hal yang mengagetkan, tapi memang seharusnya begitu. Saya gembira mendengar kebijakan tersebut karena itu berarti membenarkan pendapat saya dan kawan-kawan yang sama-sama menolak UN dengan alasan hanya buang-buang anggaran tapi tidak memiliki korelasi positip dengan peningkatan kualitas pendidikan lantaran sering terjadi manipulasi dalam pelaksanaan UN. Manipulasi dalam pelaksanaan UN terjadi disebabkan para pemimpin daerah ingin agar daerahnya memiliki nilai UN tinggi. Keinginan Kepala Daerah untuk memiliki nilai UN yang tinggi dapat dipahami karena Pemerintah selalu memberikan reward kepada daerah yang meraih nilai UN tertinggi. Jadi wajar bila para Pemimpin Daerah selalu berusaha untuk mendapatkan nilai UN yang tinggi.

Krisis Guru dan Kesenjangan Jawa-Luar Jawa

Oleh: Ki Darmaningtyas Persoalan pendidikan terpenting yang mesti diperhatikan Menteri Pendidikan Nadiem Makarim. Tulisan pengamat pendidikan Darmaningtyas.

Menakar Kebijakan Ganjil Genap Tanpa Diskriminasi

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bermaksud memperluas kebijakan ganjil genap untuk mengurangi kemacetan di Jakarta. Rencananya, kebijakan ini akan diterapkan pada setiap Senin sampai Jumat, kecuali Hari Libur Nasional, dari pukul 06.00 – 10.00 dan 16.00 – 21.00. Kendaraan bernomor plat ganjil beroperasi pada tanggal ganjil, dan kendaraan bernomor plat genap beroperasi pada tanggal genap. Sejak 7 Agustus sampai 8 September ini adalah periode sosialisasi; adapun pemberlakuan ganjil genap ini mulai 9 September 2019.

Evaluasi Manajemen Mudik 2019

Penyelenggaraan angkutan Lebaran 2019 ini dapat dikatakan sukses karena terhindar dari horor kemacetan, terutama pada saat arus mudik. Horor kemacetan yang terjadi selama tiga dekade selalu menghantui para pemudik di Jawa dan puncaknya adalah kasus Brexit 2016, pada musim mudik Lebaran 2019 sepertinya tidak ada lagi. Kemacetan secara sporadis akibat ada kecelakaan lalu lintas, sekitar rest area, atau ketidaktertiban pengguna jalan mungkin masih ada, tapi tidak sampai mengular berkilo-kilo meter seperti selama tiga dekade sebelumnya.