Langsung ke konten utama

Postingan

Anak-Anak Bermasalah di Sekolah

Darmaningtyas  Pengurus PKBTS (Persatuan Keluarga Besar Tamansiswa) SEORANG guru SMPN bertutur tentang kondisi murid-muridnya yang diterima berdasarkan sistem zona. Selama puluhan tahun sekolah tersebut memang hanya menerima calon murid lulusan SD yang memiliki nilai bagus karena termasuk dalam kategori empat sekolah terbaik di kotanya. Namun, dengan adanya kebijakan zonasi 90%, yang masuk ke SMPN tersebut bukan lagi anak-anak yang memiliki nilai NEM sekolah dasar yang tinggi, tapi mereka yang tempat tinggalnya di sekitar sekolah. Kebetulan, lokasi sekolahnya berada di sekitar tepi sungai, dekat pasar, dan permukiman padat. Dapat dibayangkan tipologi murid-murid barunya dan karakter orang tua muridnya pun menjadi beragam.

Ganjil-Genap Dorong Layanan Transportasi Lebih Baik

Setelah mengaku mendapat hasil positif selama Asian Games 2018, Pemprov DKI Jakarta membatalkan penyudahan perluasan ganjil-genap di jalan arteri yang awalnya dijanjikan selesai pada 2 September 2018. Kini aturan tersebut terus berlanjut hingga gelaran Asian Para Games 2018 selesai pada 13 Oktober mendatang. 

Wacana Ganjil-genap untuk Sepeda Motor Mulai Mengalir

Selain ganjil-genap untuk mobil pribadi, rupanya ada pembahasan juga soal pembatasan sepeda motor. Kondisi dikarenakan adanya saran dari beberapa masyarkat yang berpendapat bahwa tidak adil bila pembatasan kendaraan bermotor hanya diterapkan pada mobil saja. 

Inkonsistensi Enam Ruas Tol di Jakarta

Isu pembangunan enam ruas tol dalam kota di Jakarta kembali mencuat setelah pemerintah memulai pengerjaannya sejak 2017 lalu. Pasangan Gubernur Anies Baswedan dan Sandiaga Uno (Anies-Sandi) saat kampanye dulu berkomitmen untuk menolak pembangunan enam ruas tol tersebut. Kini, setelah mereka terpilih mulai ingkar janji. Wakil Gubernur Sandi meminta agar polemik pembangunan enam ruas tol dalam kota itu dihentikan, sedangkan Gubernur Anies menyatakan akan mengikuti Pusat.

Peduli kepada angkutan air

Mentalitas bangsa kita memang mentalitas reaktif bukan antisipatif. Hal itu terlihat jelas dari kasus tenggelamnya tiga kapal rakyat yang terjadi pada masa musim mudik Lebaran.

Evaluasi Angkutan Lebaran 2018

Penyelenggaraan angkutan mudik Lebaran 2018 dapat dikatakan sukses karena terbebas dari momok kemacetan. Selama 30 tahun momok angkutan mudik Lebaran adalah kemacetan; bahkan sempat muncul kasus Brexit yang menewaskan hingga 17 orang di Tol Brebes Timur (Brexit) pada 2016 lalu. Namun, momok kemacetan itu tidak ditemukan lagi pada angkutan mudik Lebaran 2018 ini. Kemacetan memang sempat terjadi (12/6 malam hingga 13/6 pagi) di sejumlah ruas tol Jakarta-Cikampek-Cipali, tapi dapat segera diurai dengan menerapkan sistem contra flow, sehingga kemacetan tidak sampai menjadi momok.

Kesiapan Jalur Mudik Lebaran 2018

Kementerian Perhubungan memperkirakan akan terjadi kenaikan arus mudik pada musim mudik Lebaran 2018 ini sebesar 10-15% dibandingkan mudik 2017. Adapun prediksi penggunaan masing-masing moda transportasi adalah sebagai berikut: Pemudik yang menggunakan moda darat mencapai 8,09 juta orang , yang menggunakan KA sebesar 4,63 juta orang, pengguna moda udara diperkirakan sebesar 5,75 juta orang, yang menggunakan transportasi laut sebesar 1,77 juta orang, sedangkan pemudik dengan menggunakan sepeda motor diperkirakan mencapai 6,39 juta orang, naik dari tahun 2017 yang mencapai 4,78 juta orang.